Pengakuan Tersangka Pembunuhan Brigadir J Tidak Terlalu Penting, Tidak Punya Nilai? ISESS Ungkap yang Paling Penting Itu…

  • Bagikan
X

Pojokkiri.net, Jakarta - Pengamat kepolisian dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Bambang Rukminto menyoroti terkait penggunaan alat lie detector yang dipakai tim khusus Polri saat memeriksa Ferdy Sambo dan tersangka lainnya dalam kasus pembunuhan Brigadir J. 

Bambang menilai penggunaan lie detector tak terlalu penting untuk menguak sebuah kasus. Sebab, alat tersebut hanya sebatas mengukur kualitas kejujuran dari pengakuan seseorang saja.

Menurutnya, yang paling penting penyidik mengumpulkan barang bukti materiil.

"Lie detector itu hanya alat bantu penyelidikan saja. Untuk mengukur kualitas kejujuran pengakuan seseorang. Padahal pengakuan tersangka itu nilainya nol. (Lie detector) tidak terlalu penting. Yang paling itu mengumpulkan barang bukti materiil," ucap Bambang ketika dihubungi, Selasa (13/9/2022).

Bambang juga menyinggung terkait proses pencarian pengakuan tersangka di masa lalu. Biasanya, cara-cara seperti penggunaan kekerasan lazim digunakan agar tersangka mengakui perbuatannnya.

Kini cara modern digunakan dalam proses pencarian pengakuan tersangka. Salah satunya menggunakan alat lie detector yang dinilai lebih manusiawi.

Sumber: populis.id

Artikel Asli

Penting:

Apabila terdapat kesalahan informasi dalam berita ini, silahkan kirim laporan Anda ke alamat email [email protected].
  • Bagikan