Brigadir Frillyan Pelaku Intimidasi Wartawan di Rumah Dinas Sambo Ikhlas Dihukum Mutasi

  • Bagikan
X

Pojokkiri.net, Jakarta - Brigadir Frillyan Rosida tidak mengajukan banding atas putusan sanksi administratif berupa mutasi bersifat demosi selama dua tahun.

Sebelumnya, Sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP) menyatakan Brigadir Frillyan Rosida bersalah karena melakukan pelanggaran etik tidak profesional dalam menjalankan tugas terkait kasus kematian Brigadir Yosua.

“Atas putusan etik tersebut pelanggar (Brigadir Frillyan) menyatakan tidak banding,” kata juru bicara Divisi Humas Polri, Komisaris Besar Polisi Ade Yahya, di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (14/9/2022).

Dalam sidang etik, sosok Brigadir Frillyan ini terbukti meyakinkan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf b dan Pasal 5 ayat (1) huruf c Peraturan Polri Nomor 7/2022.

Sosok Frillyan ini dijatuhi sanksi etika, perbuatan pelanggar dinyatakan sebagai perbuatan tercela. Ia dituntut meminta maaf secara lisan di hadapan sidang dan atau secara tertulis pada pihak yang dirugikan serta pimpunan Polri.

Sanksi administratif berupa mutasi bersifat demosi selama dua tahun juga harus diterimanya meskipun sanksi ini lebih berat dari rekannya, Bharada Sadam yang juga dijatuhkan sanksi demosi satu tahun.

Sumber: suara.com

Artikel Asli

Penting:

Apabila terdapat kesalahan informasi dalam berita ini, silahkan kirim laporan Anda ke alamat email [email protected].
  • Bagikan