Lie Detector Mengusut Kasus Ferdy Sambo Tak Banyak Manfaatnya, Pakar Psikologi Forensik: Alat Itu Sama Sekali Tidak Mengetahui Kenyataan

  • Bagikan
X

Pojokkiri.net, Jakarta - Pakar psikologi forensik Reza Indragiri Amriel mengungkapkan bahwa tes uji kebohongan menggunakan lie detector tak menjamin tersangka pembunuhan Brigadir J bersangkutan berbicara jujur.

Reza menilai, alat lie detector itu maksimal hanya membaca gerakan perubahan fisiologis pada manusia, seperti degup jantung bertambah kencang, ukuran pupil yang membesar, perkataan lebih lambat, dan lainnya.

“Apa yang dimaksud dengan lie detector/pendeteksi kebohongan kita ketahui berdasarkan perbandingan antara pernyataan dengan kenyataan. Persoalannya adalah instrument atau alat lie detector itu sama sekali tidak mengetahui kenyataannya seperti apa,” tutur Reza dilansir kanal Youtube kompas TV, Selasa (13/9/2022).

“Perubahan-perubahan fisiologis inilah yang kemudian ditafsirkan bahwa ini penanda yang bersangkutan berpifikir lebih keras, bekerja lebih keras itu boleh jadi penanda kedustaan. Tapi setabas sekali lagi hanya indikasi saja,” kata Reza.

Reza juga menambahkan bahwa perubahan fisiologis tersebut tak menentukan apakah seseorang tersebut berbohong.

Respon fisiologis disebabkan oleh kondisi sekitar yang terjadi. Adapula Reza menegaskan, bahwa lie detector sama sekali tak membaca kebohongan karena alat tersebut tak mengetahui fakta yang terjadi dilapangan.

Sumber: populis.id

Artikel Asli

Penting:

Apabila terdapat kesalahan informasi dalam berita ini, silahkan kirim laporan Anda ke alamat email [email protected].
  • Bagikan